RAHASIA DIAMKU

Lelah rasanya

Ribuan naga mengepung untuk memangsa

Hanya saja, Tak pernah ku tau dimana

Berat terasa hingga pihan terbaik menyerah saja

 

Gerak jadi berat

Gathotkaca pun tak lagi kuat

Besi pun lapuk termakan karat

Kau tahu, aku benar – benar tersesat

 

Menengadah meminta belas kasihan

Gelap malam memandangi sebuah ratapan

Meski tak mungkin mendengarkan

Yang pasti aku kebingungan

 

Linglung berjalanpun sambil murung

Berharap taman ternyata bersambung

Berangan bebas seperti seekor burung

Berangan tenang seperti benda mengapung

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *