NASIB

Sempoyongan ku menjalaninya

Takut menjelma karenanya

Sesak dada selalu melanda

Pasrah seolah menambah lara

Iri muncul dalam dalam pandang

Bergerak mengejar tembok membentang

Berharap bisa berdiri mengangkang

Melawan kondisi yang membuat berang

Alasan bukan terjanga menjadi

Namun seolah tak mampu henti

Perjalanan panjang tanpa inti

Diam menjadi pilihan sejati

Hati tercabik tanpa henti

Belati cobaan tiada henti

Cahaya sesaat mengobati

Meski lara lalu membayangi

Mati saka kau

Mana bentukmu

Ku taruh dikakiku

Ku buat setia padaku

Diam ku tak mengobati

Secercah cahaya tak sejati

Berusaha terus nikmati

Lara kapan henti

 

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *