Merangkul derita

Kemana langkah berlalu

Tak tentu bagai pilu

Melihat sekitar tampah indah

Sayang hati masih tetap pecah

 

Sendiri jalan yang ku lalui

Setia berteman sepi

Ijinkan aku merangkulmu

Ku temani dengan mata air tangisku

 

Pergilah jika kau menginginkan

Percayalah bahwa aku setia menemani

Jangan meragu akan diriku

Aku terbiasa menderita dalam segala penjalanan hidupku

 

Kamar, saat sedang merasa sakit hati

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *