MENDUNG

Tersenyum dalam bingung

Seperti melihat mendung

Samar kentang ternyata gadung

Meledak seperti gunung agung

 

Hadir mu selalu ku nanti

Ribuan kata indah motivasi

Sirna seketika buat tak mengerti

Hanya berbisik, mengapa bisa begini ?

 

Menjadi haru kala itu

Semua sibuk mencari tahu

Tak peduli ku dengan itu

Hanya ku runtuh sementara waktu

 

Ku bangkit menerawang mutiara yang kau ucapkan

Ku sadar mendung menawarkan hujan untuk kesegaran

Ku lanjut menghapus kata menyerah dalam kehidupan

Ku makar melawan jeratan sesat sebuah perjalanan

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *