MENAIKKAN KEMBALI STATUS GURU – EFEK GURU BERSTATUS PEKERJAAN

Memaknai Pekerjaan

Menurut kamus besar bahasa indonesia pekerjaan adalah n 1 barang apa yg dilakukan (diperbuat, dikerjakan, dsb); tugas kewajiban; hasil bekerja; perbuatan: begitulah ~ nya sehari-hari, memelihara tanaman dan menata taman; 2 pencaharian; yg dijadikan pokok penghidupan; sesuatu yg dilakukan untuk mendapat nafkah: ia sedang berusaha mencari ~; 3 hal bekerjanya sesuatu: berkat ~ mesin baru, hasilnya sangat memuaskan;. Singkatnya bahwa pekerjaan adalah sebuah bentuk kegiatan untuk melakukan kewajiban dan tugas dari pemberi kerja hingga selesai dengan imbalan yang disebut gaji yang diberikan sesuai perjanjian atara sipemberi kerja dengan si pekerja.

Meningkatkan Derajat Guru

Kondisi saat ini sangat merugikan bagi guru. Guru yang saat ini berstatus sebagai pekerjaan menjadi boomerang tersendiri. Karena banyak tugas yang diberikan dan menjadi kewajiban meski sebenarnya bukanlah tugasnya yang pokok. Guru saat ini banyak disibukkan dengan hal-hal yang tidak efektif dan akhirnya meninggalkan tugas pokoknya menjadikan murid dari tidak bisa menjadi bisa dan bisa menjadi lebih bisa. Guru banyak melakukan hal yang di luar tugasnya mengajar. Membuat RPP, silabus dan lain sebagainya hingga menyita dan menghilangkan fokus untuk mengajar muridnya.

Guru memiliki status yang lebih renda ketika dijadikan profesi atau pekerjaan. Mengapa?? karena akan timbul atasan dan bawahan atau pemberi kerja dengan pekerja. Sehingga gurus yang merupakan pekerja harus menyelesaikan tugas dari pemberi kerja karena itu merupakan kewajiban utamanya. Inikan menjadi tidak masuk akal. Karena jelas itu merendahkan status guru. Guru saat ini menjadi status yang sangat rendah, memiliki posisi yang saya kira setara dengan pegawai. Padahal sangat jauh berbeda.

“Guru adalah ujung tombak baik tidaknya sebuah negara. Guru harus memiliki posisi yang lebih tinggi dari status pegawai.”

Satutus guru sebagai pekerjaan membuat guru saat ini lebih mengejar untuk menyelesaikan tugas yang membuat gajinya lebih cepat cair. Bukan menyelesaikan tugas untuk mengajar murid agar bisa dan lebih bisa. Disibukan denga  banyak hal yang justru menghilangkan status mulia guru. Guru saat ini tak lebih dari seorang yang harus berdasi ke kantor dan menyelesaikan tugas kemudian menunggu gaji turun. Bagaimana jadinya guru menjadi ujung tombak ketika harus melakukan hal yang sama dengan status pegawai.

Memang benar setiap mengajar harus memiliki rencana tapi bukan berarti menysun rencana pembelajar lebih banyak menyita waktu guru dari pada mengajar muidnya. Guru haris memiliki status yang sama dengan ulama. Menjadi ujung tombah bangsa menuju bangsa yang beradab dan bermoral. Guru harus diberi waktu lebih banyak  bertemu dengan murid dari pada dengan coretan-coretan silabus dan RPP. Guru harus fokus membentuk karakter murid agar menjadi pribadi yang bermoral dan beradab.

“Dengan merubah status guru menjadi lebih tinggi maka akan mengembalikan senyum guru ketika mengajar, bukan muka terbebani ketika mengajar.”

Be Sociable, Share!

2 comments

  • emka

    RPP, Silabus, dan perangkat ajar lain dibuat untuk memberikan kualitas terbaik pengajaran bagi peserta ajar, tidak membebani, hanya perlu dikaji agar tidak membebani. karena semuanya memiliki fungsi, guru mengajar tapi juga perlu diajar, memberikan _added value_ pengajarannya. baik berupa cara/ thoriqoh, maupun maad dah/ bahan ajar.

    • afas

      namun saat ini kebanyakan waktu paling banyak dari guru tertuju pada rpp, silabus dan perangkatnya. saya melihat guru bisa sampai berjam -jam mengerjakan rpp, silabus dan mengurusi perangkat lainnya. sementara bertatap muka murid hanya beberapa jam saja. membuat rpp, silabus dan mengurusi perangkat lain memang penting dan menunjang kualitas pendidikan. makanya saya sepakat untuk mengkaji ulang perangkat tersebut untuk meningkatkan kualitas namun tidak menjadi alasan untuk melebihkan rpp ketimbang kuantitas pertemuan dengan murid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *