KOTAKU

Semut dengan julah besar merayap

Semut dengan badan kerasnya berbaris

Semua dengan tenang namun cepat ingin lenyap

Semua dengan segera membentuk garis

Kali ini heran melihat rayapan panjang

Heran dengan kunjungan ke kota muda

Dulu besi-besi hidup sangat jarang

Kini sepanjang jalan semua di depan mata

Kota apel sebutan tersemat

Namun tak ada apel yang selamat

Petani diberi minum semangat

Namun sayang apel tak mudah selamat

Batu ku telah terbagi

Batu ku seperti sobekan kertas

Batu ku sudah terbagi

Batu ku terbagi kali brantas

Utara masih ada kesejukan

Ladang kembang kempis bertahan hidup

Selatan ludes tertanami bangunan

Kalah dengan gemerlap tanpa redup

Kota ku indah bagi mereka

Kota ku hebat katanya

Kota ku rusak nyatanya

Kota ku pisau mata dua

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *