KESIBUKAN PENUH MAKNA

Beberapa waktu lalu saya benar –benar tidak lagi bisa meluangkan waktu untuk menulis entah hanya sebuah puisi maupun sebuah cerita atau bahkan sebuah lirik makna. Saya saat itu sedang memiliki beberapa kegiatan yang sangat menguras waktu sehingga sekali ada waktu luang sudah lelah untuk menulis karena pikiran sedang butuh untuk istirahat.

Sekitar seminggu lebih saya disibukkan oleh pekerjaan di perusahaan tempat saya kerja dan pekerjaan karena salah satu saudara saya akan melangsungkan pernikahan. Sepulang kerja saya langsung menuju pekerjaan lain karena harus mendata undangan, membuat layout acara, pertemuan keluarga, membuat time line acara, membuat rundown acara dan lain sebagainya layaknya akan diadakan sebuah acara pernikahan atau resepsi di gedung.

Banyak pelajaran kala itu yang bisa saya ambil. Salah satunya adalah bagaimana sebuah acara memang sangat diperlukan sebuah panitia yang tahu akan tugasnya masing – masing. kemudian sebuah acara memang harus benar – benar dipersiapkan dengan matang meski hanya sebuah pernikahan atau resepsi. bagaimanapun juga sebuah acara membutuhkan banyak orang termasuk bagian kesekretariatan yang saat itu saya yang bertanggung jawab.

Ketika sebelum acara bagaimana kesekretariatan lah yang berperan penting karena berhubungan dengan banyak hal ketika acara. Namun bagian lagi juga memiliki peranan yang pening pula. Sehari sebelum acara saya harus merelakan untuk izin tidak masuk kerja karena harus mempersiapkan acara resepsi pernikahan saudara saya ini. Kegiatan saat itu mulai pagi adalah saya harus menyebar layout dan tugas – tugas panitia yang sudah saya cetak dan copy secukupnya. Tidak hanya menyebar saat itu saya juga harus menjelaskan, sehingga menuntut saya untuk tahu terlebih dahulu lokasi secara fisik sehingga saya harus datang ke lokasi saat itu. Kondisi lokasi kala itu sudah banyak yang bersiap terutama dari catering yang sudah melakukan design lokasi atau area resepsi.

Beberapa perlengkapan sudah terpasang hanya saja untuk sound system saat itu belu terpasang. Banyak hal yang harus saya kerjakan karena ternyata juga banyak yang harus direvisi meski acara tinggal hitungan jam saja. Sampai sore saya masih di lokasi dan harus melihat mempersiapkan kebutuhan kesekretariatan. Ketika menjelang petang saya mengambil banner untuk dipasang di area yang diperlukan. Sekitar 90 % kondisi gedung sudah siap ketika malam. Namun, saat itu entah kenapa kondisi saya tiba – tiba sedikit kepayahan. Mag tiba – tiba kambuh membuat saya harus pamit lebih awal untuk istirahat sekitar pukul 23.00 waktu setempat.

Pagi hari saya bergegas untuk berangkat ke rumah saudara saya karena saat itu acara akad dilaksanakan di masjid dekat rumahnya. Prosesi akad selesai sekitar jam 08.000 waktu setempat. Kemudian saya harus membantu mempersiapkan dan memandu mobil yang akan ikut menuju lokasi gedung resepsi. Jarak antara lokasi akad dengan gedung resepsi sekitar 5 menit perjalanan dengan kendaraan. Namun karena kondisi melakukan iring – iringan maka perjalanan mencapai 15 menit. Sesampainya di lokasi saya tidak begitu banyak pekerjaan. Karena memang sudah selesai tugas kesekretariatan. Sehingga saya hanya membantu tugas – tugas lain yang memerlukan bantuan. Sampai jam 10 malam saya di lokasi gedung resepsi. Karena resepsi selesai jam 21.00 waktu setempat.

Banyak pelajaran yang akhirnya saya ambil dalam kesibukan yang saya jalani saat itu. Bagaimana harus ada kegiatan yang dikorbankan untuk melakukan kegiatan lain. Jarang ada orang yang mampu menjalankan tugas yang berlapis – lapis. Waktu 24 jam sehari terasa singkat ketika benar – benar kita gunakan untuk berkegiatan. Dari kegiatan tersebut saya akhirnya mengerti beberapa ilmu baru mulai dari pengaturan waktu baik untuk diri sendiri maupun untuk kegiatan acara yang sedang kita jalankan, ilmu dalam hal kesekretariatan, dan masih banyak lagi. Intinya dalam melakukan segala macam kegiatan baik untuk diri sendiri yang sehari – hari kita lakukan maupun yang skala besar dan melibatkan banyak orang harus ada rencana. Tugas harus benar – benar dilaksanakan dan dikerjakan. Tugas yang sudah menjadi tanggungjawab kita harus benar – benar dikuasai dan dipahami. Sehingga tugas bisa selesai dengan baik. Sebanyak – banyaknya kegiatan juga harus memperhatikan kondisi kesehatan, karena memaksakan tubuh untuk beraktivitas secara terus menerus hingga lupa kesehatan juga sangat tidak baik. Karena tugas akan menjadi sia – sia ketika kondisi kesehatan tidak mendukung kita.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *