COME ON LOVE, GOOD BYE ANGRY

Perjalanan berawal dari sebuah tempat sejuk, yakni sebuah desa yang sangat indah dan membuat betah. Desa yang sangat damai dan membuat orang tak ingin meninggalkannya. Bagaimana tidak desa yang terletak di lereng gunung tertinggi ke-3 sejawa timur, gunung arjuna. Desa ini terletak di kota dengan gunung sebagai dinding pembatasnya. Indah bukan, karena keindahan inilah kota ini menjadi kota wisata.

“wah……!!!! Dingin juga hari ini…..!!!” aku yang baru membuka mata di pagi hari.

Namun aku bergegas untuk segera ke kamar mandi. Hari ini aku harus segera berangkat ke kampus. Ada paktikum yang tidak bisa ditinggalkan.

“hah…..!!!!! sudah jam 06.15 wib…..????!!!!” sambil melihat jam dinding aku segera menyelesaikan makan pagi ku

Aku langsung berangkat menuju ke kampus. Perjalanan seperti biasa harus kulalui dengan jalan kaki terlebih dahulu, kemudian naik angkutan kota (Angkot) menuju ke kampus. Kegelisahan mulai terasa ketika sesampainya disana. Bagaimana tidak, sepi sekali. Seolah hari libur. Namun perjanjiannya hari ini tidak libur, walaupun berbarengan dengan pesta demokrasi ketika itu.

“tumben ya sepi sekali di kampus” aku berkata dalam hati dengan heran.

Aku terus melangkan dengan terheran-heran. Semakin ke dalam dan semakin mendekati kelas aku semakin heran, melihat sepinya di dalam kampus.

“hari ini aku libur, kamu?” kata seseorang yang sedang berjalan di area kampus.

“iya, aku juga libur, terus kamu ngapain di kampus?” orang lain mejawabnya.

“aku ada kegiatan UKM” jawabnya.

Aku terus berjalan sambil memikirkan percakapan orang-orang tadi. Aku semakin yakin hari ini sebenarnya libur. Namun aku terus melangkah menuju kelas. Tak ada kegiatan di dalam kelas, bahkan pintunya terkunci. Aku semakin yakin bahwa hari ini libur. Seharusnya ini sudah waktunya masuk. Aku mencoba menghubungi teman melalui SMS.

“assalamu’alaikum, hari ini ada kuliah kah?” SMSku kepada salah satu temanku.

Lama sekali aku menunggu jawaban. aku merasa jengkel, bagaimana tidak jauh-jauh dating malah sepi di kampus. Aku merasa sangat marah karena tidak ada info tentang ini. Aku mencoba SMS ke teman yang lain.

“sekarang ada kuliah kah?” tanyaku lewat SMS.

Dan ada salah satu teman yang menjawab.

“ndak ada, sekarang ndak ada kuliah soalnya ada pilkada..!!” jawabnya.

Aku merasa sangat kecewa karena aku tidak diberitahu tentang ini.

“lo… katanya sekarang masuk….????” Aku kembali bertanya dengan sedikit kecewa.

“kamu tidak di kasih tau tah????” dia balik bertanya.

“ndak ada yang beri tau aku???” aku makin jengkel karena dugaanku sejak turun Dari angkot terjadi.

“ouw ya maaf…..!!! aku juga diberitahu baru tadi pagi…!!!” jawabnya.

“ya gpp (maksudnya tidak apa-apa)” aku mengakhirinya.

Aku merasa kecewa. Aku berusaha tenang tapi tidak bisa. Karena perjalanan yang cukup jauh dengan biaya yang tidak murah harus berakhir dengan sia-sia.

“sudah dating kok ndak jadi????” dalam hari aku merasa kesal.

Tiba-tiba dating seorang cewek cantik, baik dan…..!!!!!! tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dia menyapa.

“lo… kok ke kampus, sekarangkan libur…. Kamu ndak tau tah?” katanya.

“aku ndak tau” jawabku sedikit malu.

“ouw maaf ya aku tadi sudah sms kamu, ndak masuk ta?” katanya.

“ndak ada sms masuk dari tadi” aku menjawab dan merasa senang Karena bertemu dia.

“ouw… aku minta maaf ya… klo sms ku ndak masuk…” katanya, yang membuat aku semakin merasa kagum dan bahagian walaupun tadi sempat marah, kesal dan kecewa.

“ndak pa-pa” aku menjawab dengan malu-malu.

Perasaan yang tiba-tiba muncul ketika melihatnya. Aneh awalnya yang kesah menjadi tenang, marah menjadi senang, dan kecewa menjadi bahagia. Semua terjadi ketika dia dating. Inikah yang namanya cinta. Come on love, good bye angry. Aku merasa bahwa hari ini aku tidak terlalu kecwa. Bertemu orang yang cantik bagai bidadari, baik bagai malaikat dan yang aku sukai. Sambil kembali aku ngobrol dengannya.

“kamu sedang apa disini???” aku bertanya.

“aku ada acara di HMJ (maksudnya Himpunan Mahasiswa Jurusan)” jawabnya.

“acara apa?” aku bertanya kembali sambil malu-malu.

“rapat” katanya sambil berjalan disampingku.

Aku semakin malu ketika berjalan bareng dengannya. Aku berusaha mencari kata untuk mengucapkan padanya bahwa aku suka sama dia. Namun hal itu sulit karena rasa malu. Sempat berfikir apa ini rasa malu atau takut. Ya.. malu karena merasa tidak pantas dan takut kalau ternyata di tolak, hahaha….

Hal ini membuat aku bingun. Namun perjalanan semakin mendekati titik perpisahan. Walau masih ingin lebih lama, aku merasa sangat tidak kuat menahan lebih lama rasa malu dan gugup di dekatnya. Dan akhirnya aku berpamitan dengannya untuk kembali pulang.

“ya.. sudah aku pulang dulu ya….!!!” Kataku kepadanya sambil sedikit gugup

“ndak ikut rapat di HMJ?” dia bertanya.

Gila, aku diajak dia walaupun hanya sekedar rapat. Aku semakin gugup. Orang yang aku sukai mengajak ku walau hanya sekedar rapat. Aku bingung untuk menjawa, menerima atau menolak.

Karena ada beberapa kegiatan lain akhirnya aku menjawab “aku masih ada urusan, jadi dak bisa ikut, maaf ya” jawabku sedikit gugup menolak tawarannya.

“oh… ya sudah kalau begitu, aku juga minta maaf ya..” sahutnya sambil tersenyum.

“iya…” aku menjawab sambil melangkah pergi menuju jalan raya untuk pulang kembali.

Selama perjalanan pulang terus berfikir percakapan singkat dengan orang yang aku sukai. Sampai di rumah masih teringat, walau sedikit kecewa karena ketidakberanianku untuk mengatakan padanya bahwa aku suka dia. Padahal itu adalah keempatan menurutku. Namun rasa malu dan takut lebih kuat untuk mengurungkan niat mengucapkannya. Namun setidaknya kekecewaan ku terbalas dengan pendekatan dengan seseorang yang aku sukai. Walau hanya sebentar setidaknya itu bisa menjadi langkah awal untuk menjalin hubungan dengan dia.

Sebuah pertemuan indah dengan seorang yang indah pula. Sangat membuat kangen dan ingin kejadian itu terulang kembali. Melihat dan melakukan percakapan dengan orang sebaik, secantik dan sesopan dia. Ingin rasanya memutar waktu itu kembali dan mengatakan apa yang ingin aku katakan kepadanya. Tidak tahu apa yang akan terjadi jika aku mengatakan bahwa aku suka dengan dia. Bahagia jika memang dia juga menyukaiku, atau malah kecewa berat dan galau tingkat dewa jika dia ternyata tidak menyukaiku. Namun percakapan singkat tadi setidaknya menjadi langkah awal untuk mendapatkan cintanya.

Pengalaman indah yang tak terlupakan sampai kapanpun. Membekas meskipun sedikit kecewa. Pengalaman yang selalu teringat saat malam, terbawa dalam mimpi. Dan selalu mejadi bunga dalam perjalanan hidup. Mejadi sebuah motivasi besar dan benteng yang kuat. Bahkan terbawa dalam setiap goresan tinta saat menulis. Menjadikan sebuah kekuatan yang tak pernah terkalahkan oleh apapun. Menjadi bulatan tekat yang takkan pernah padam. Hanya karena sebuah peristiwa yang sangat membahagiakan, menyenangkan, dan membekas selama hidupku, sebuah percakapan yang hanya berdua, berjalan bersama dan saling meminta maaf yang tidak tahu apa salahnya, inilah sebuah perjalanan awal dari cintaku yang sangat membekas hingga saat ini.

OLEH : ACHMAD FAJAR SUBEKTI

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *