CERITA HARI INI – IJINKAN SAYA MENIKMATINYA

September akhir ditahun 2016 ini atau sekitar 5 bulan menuju panggung perpolitikan di kota batu. Sudah banya beredar tentang berbagai macam jargon dari para calon untuk mencapat secercah harapan dan di jamin oleh warga kota batu sebagai walikota. Begitu banyak pula rentetan catatan hitan yang akhirnya dijadikan senjata untuk meruntuhkan tekat dan semangat calon satu dengan calon lainnya. Buka terucap langsung dari mulut dan jargon para calon memang. Namun terucap jelas dari para pengikut dan pendukung yang loyal terhadap mereka. Entah loyal karena memang layak atau karena uangnya. Apa daya kami yang hanya warga biasa yang masih akan terus berusaha dan berjuang untuk memperoleh pemimpin yang benar-benar kami harapkan. Berharap terus mendapatkan hasil terbaik dari proses yang menelan uang rakyat berjumlah miliarn rupiah seolah menjelma menjadikuat kembali kala itu.

Apa yang salah menikmati jalan yang ada dan proses yang njlimet tersebut. Dari pada menyaksikan proses perpolitikan di DKI yang jelas-jelas hanya menjadi tontonan yang menghasilkan rating bagi para juragan media. Sebagus-bagus DKI masih bagus kota ku. Kota yang sejak dulu waktu jaman kerajaan hingga kolonial bahkan sekarang masih terus menjadi tempat peristirahatan terbaik di negri ini. Apakah tidak semenarik DKI sejarah hebat tersebut. Hingga media menutup mata untuk terus menjual proses perpolitikan DKI. Sebagai warga biasa, saya seolah buta perpolitikan kotaku sendiri. Semua media fokus pada DKI. Mengapa, ada apa disana, apa karena ada kesempatan untuk berpolitik secara SARA. Saya sangat sedih ketika itu menjadi dasar semakin tingginya rating perpolitikan DKI.

Sudahlah, alangkah baiknya kita berfikir terlebih dahulu nasib kota kita sendiri. Sudahkah ada pilihan terbaik di kota sendiri. Atau justru malah tidak tertarik sama sekali. Kota ini sangat dipengaruhi oleh pemimpinnya kelak. Saya sangat mengharapkan medapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang para calon. Sehingga saya bisa menentukan sendiri mana yang terbaik. Jangan mendikte saya sebagai rakyat kecil yang sedang berjuang dan menikmati proses perpolitikan kota ini. Pilihan saya memang berdasar apa yang saya tahu tentang para calon. Entah apa yang telah mereka lakukan pada yang lain selama dihadapan mata saya mereka melakukan hal baik bagi saya ya baik. bukan bermaksuk tutup mata. Namun bisa dilihat bagaimana sulitnya mencari informasi sedetail mungkin untuk para calon. Jadi, tenanglah biarkan saya memilik dengan hati saya sendiri, saya tahu mana apa yang harus saya lakukan. Jangan saling menjatuhkan antara yang satu dan yang lainnya.

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *