CERITA HARI INI – BERSYUKURLAH DENGAN PANCA INDRA YANG KAMU MILIKI

“PENJUAL JUGA MANUSIA, JANGAN JADI KONSUMEN YANG EGOIS DAN AROGAN”

Sering kita merasa bahwa KONSUMEN ADALAH RAJA. Faktanya itu hanya sebuah argumen akal-akalan produsen yang takut dagangannya tak laku. Mengapa saya berkata sseperti itu. Karena saya merasa resah ketika saya juga pernah berada di posisi penjual dn pelayan. Saya juga berada di posisi konsumen tentunya. Sangat miris sekali ketika semua yang dilakukan konsumen adalah tuntutan yang sempurna dari penjual maupun pelayan. Sementara tidak mau tau melihat kondisi yang ada meski konsumen memiliki mata. Konsumen juga seolah tak mau mendengar alasan dan penjelasan meski mereka punya telinga. Tidak mau menerima dan memaafkan kesalahan meski konsumen punya hati. Tidak mau menghargai apa yang sudah diusahakan untuk memberikan yang terbaik.

Konsumen serasa buta, tuli, dan tidak punya hati dan perasaan ketika berhadapan dengan penjual dan pelayan. Penghargaan tidak untuk penjual dan pelayan menurut konsumen, seolah penghargaan dan penghormatan yang berlaku untuk penjual dan pelayan kepada konsumen. Sangat aneh ketika kebanyakan konsumen merasa dirinya raja dan harus memperoleh pelayanan bak raja yang sesunggunya. Tidak peduli dengan apapun alasan yang ada dan kemampuan sang penjual dan pelayan.

Antrian yang mengular seolah selalu menjadi sebuah kesalahan bagi penjual dan pelayan. Meski jelas konsumen melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa penjual atau pelayan sebenarnya tidak mampu dan kepayahan melayaninya. Hasil yang buruk seolah menjadi sebuah kesalahan penjual dan pembeli meski sebenarnya sudah diberikan alasan yang jelas memang hasilnya seperti itu. Ketidaksabaran egois dan arogan konsumen semacam itulah yang membuat saya merasa aneh.

Konsumen punya mata tapi menolak untuk melihat keadaan yang ada. Konsumen memiliki hati tapi menolak untuk merasakan kondisi yang terjadi pada penjual dan pelayan. Konsumen memiliki telinga tapi tiba-tiba menjadi tuli akan alasan dan penjelasan logis dari penjual dan pembeli. Konsumen hanya peduli pada dirinya sendiri. Konsumen selalu tidak mau tahu apa yang terjadi.

Jadilah konsumen yang baik. Jika punya mata lihatlah kondisi yang ada mampu tidakkah penjual dan pelayan memberikan yang terbaik untuk anda. Jika punya telinga dengarkan penjelasan dan alasan yang diberikan penjual dan pelayan jangan tutup telinga anda. Jika anda punya hati berilah rasa hormat dan hargai apa yang sudah berikan oleh penjual dan pembeli kepada anda.

Inilah cerita hari ini dari saya AfaSubekti, yang resah melihat kondisi konsumen yang selalu ingin dan menuntut lebih tanpa peduli kemampuan yang dimiliki penjual dan pelayan.

PENJUAL JUGA MANUSIA, BEGITU JUGA PELAYAN, JIKA KONSUMEN INGIN DISEBUT RAJA JANGAN JADI RAJA YANG EGOIS DAN AROGAN, KARENA RAKYAT PASTI AKAN MEMUKUL JATUH DIRIMU DARI SINGGASANA

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *