BERTEMU JALAN BUNTU

Beberapa minggu ini terasa berat untuk menulis. Begitu menemukan materi terasa menemui jalan buntu saat memulainya. Entah masih hanya sebatas judul, satu paragraf ataupun saat mencapai pertengahan. Entah karena saat itu saya sedang melayangkan fokus ke yang lain, sehingga materi tiba – tiba kabur begitu saja dan lupa mau dilanjutkan dengan kalimat apa lagi. Terkadang saya sudah mampu menulis semua kerangka namun ketika saya baca ulang ada yang kurang karena tidak adanya awalan, isi atau akhiran yang tepat.

“Saat ini saya sebenarnya sedang menulis dengan materi kebuntuan pikiran akan materi yang saya ingin tulis”. Anda paham maksud tulisan yang saya tulis diatas buka, maksudnya adalah saya menulis artikel ini dengan materi yang sedang melanda pikiran saya yakni kebuntuan dalam menulis itu sendiri. Saya sebenarnya sedang berusaha mencari materi yang bisa dinikmati setiap hari. Entah dalam kategori cerita hari ini, syair dan puisi, review maupun opini. Saya sebenarnya ingin melakukan update setiap hari. Namun, ternyata itulah tantangan terberat bagi penulis. Istiqomah adalah sebuah kata yang baik namun begitu berat dilaksanakan. Sudah sekitar 5 bulan mengudara, afasubekti.com mulai mengalami pasang surut dalam keistiqomahan mengisi materi di setiap kategorinya.

Pada artikel ini, saya juga memohon maaf karena ketidak istiqomahan ini. Karena memang berat melakukan kegiatan menulis jika fokus selalu berkeliaran dan berliku menuju targetnya. Saat ini saya sedang berusaha untuk terus memompa diri saya agar selalu menulis meski nanti hasilnya pun kurang memuaskan.

Pembaca akan menjadi juri bagi saya, guna menentukan bagus tidaknya tulisan saya mendatang. Pembaca juga akan menjadi penilai untuk menilai kelayakan tulisan saya. Dengan begitu sebuah artikel akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. Karena saya percaya bahwa kesuksesan dan keberhasilan dalam menulis berasal dari kepercayaan pembacanya. Jika pembacanya merasa puas makan sebuah tulisan dianggap sukses begitu pula sebaliknya.

Demikian alasan yang saya susun menjadi sebuah cerita ini saya tulis. Semoga menjadi pemicu bagi pembaca untuk juga tidak berhenti menjadi pembaca namun meningkat menjadi penulis pula. Dan ini akan menjadi sebuah pelajaran yang mugkin akan penulis alami ketika memulai. Sekian.

#mencobabaik

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *