BERHENTI SEJENAK, KOSONGKAN PIKIRAN DAN ISI KEMBALI KEMUDIAN LANJUT LAGI

Tak sebanyak yang saya kira, masih jauh dari jumlah yang diharapkan. Menulis memang bukan perkara mudah, wawasan, referensi, kisah, pelajaran perlu dipersiapkan dengan sematang mungkin. Arah tak bisa seenaknya, sungguh luar biasa beratnya.

Mungkin terdengar lebay, namun itulah faktanya. Sebuah fakta yang akhirnya meruntuhkan semangat dan pondasi konsistensi. Terdengar keji, memang!!! Hidup memang seperti itu, yang kuatlah yang menang. Masalahnya sederhana, konsistensi yang ada pada diri saya, tak sekuat kurangnya ilmu, pengetahuan, pandangan, bahkan kisah yang terbaca. Akhirnya writter’s block yang terjadi.

Sejenak akhirnya ku putuskan untuk gas pol rem blong buat jaman pengetahuan serta lebih peka terhadap sekitar. Semacam bahan yang nantinya akan saya olah menjadi tulisan yang saya tulis sendiri. Apakah saya pernah memaksa menulis, jawaban resminya sering dan hasilnya sungguh sebuah tulisan tak bermakna yang terlihat jelas ditujukan untuk popularutas.

Tak masalah karena menulis berawal dari kebiasaan. Ketika kita terbiasa untuk menulis di bawah tekanan dan paksaan, suatu saat tulisan hasil paksaan juga akan bagus. Tentu itu buka sekedar menulis dan menulis saja, melaikan harus ada proses pembelajaran dalam menulis karena di paksa. Ini sebenarnya masalah kebiasaan, dan saya adalah orang yang sulit untuk konsisten dalam satu hal. kadang kek kanan kadang kekiri, kadang ke depan kadang ke belakang.

BACA JUGA :

CERITA HARI INI – SUPPORTER SEJATI

Solusi terbaik memang harus istirahat ketika mengalami writter’s block. Memaksa memang bisa jadi pilihan, namun terlalu memaksa bukanlah jalan. artinya memaksa untuk melakukan sesuatu itu perlu apalagi untuk kebaikan, namun ketika sudah mentok jangan terlalu dipaksakan, jatuhnya akan mengalami hal yang buruk. Ironiskan kalau memaksakan kebaikan jatuhnya keburukan. Solusi terbaik adalah “tenang, Istirahatlah dulu, coba kosongkan cawan pikiran, dan coba isi kembali dengan yang baru”.

Mengosongkan pikiran bukan berarti melupakan, karena apa yang ada dalam pikiran tidak harus dilupakan, bahkan mungkin sulit terlupakan. Kosongkan bak penampungnya, masukkan ke dalam bagian memori atau hardisk, simpan dan suatu saat akan muncul kembali ketika benar – benar dibutuhkan. Hal – hal baru tentu akan menghasilkan pelajaran, pengetahuan atau ilmu yang baru, wajib hukumnya sebagai manusia untuk bertambah mengerti tentang banyak hal. inilah yang sering saya lakukan ketika mengalami writter’s block.

“BERHENTI SEJENAK, KOSONGKAN PIKIRAN DAN ISI KEMBALI KEMUDIAN LANJUT LAGI”

Depan Laptop, Tak tahu mau menulis apa maka inilah jadinya

Be Sociable, Share!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *